Foto Ilustrasi: Direksi Ambapers melakukan pengecekan fisik SBNP

BANJARMASIN (02/03/18)  – Pencapaian dan kemajuan PT Ambang Barito Nusapersada (AMBAPERS) sangat dirasakan untuk mendorong kemajuan perekonomian Bumi Antasari termasuk dirasakan provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim yang juga terkena imbasnya karena terus semakin lancarnya Alur Sungai Barito yang dapat dilintasi 24 jam.

“Tidak terasa usia AMBAPERS sudah 14 tahun dibulan Maret ini. Dalam rangkaian miladnya yang ke 14 tahun 2018 ini kami akan menyalurkan CSR seperti bakti sosial dengan membedah rumah penduduk sekitar Alur Sungai Barito, kegiatan donor darah, kunjungan kesejumlah panti asuhan, pelatihan jurnalistik hingga tanam pohon rambai,” jelas Direktur PT AMBAPERS, Nugroho kepada wartawan di kantornya.

“Kami ingin berbagi diusia AMBAPERS ke 14 tahun ini dan keberadaan kami dapat dirasakan warga banua dan sekitar alur khususnya,” jelas Nugroho.

Dengan semakin membaik dan lancarnya aktifitas di Alur Sungai Barito aktifitas perekonomian banua ikut terdongkrak naik termasuk juga dirasakan provinsi tetangga seperti Kaltim dan Kalteng setiap harinya.

Kalau ingat dulu Alur di muara Sungai Barito ini dilewati mengikuti pasang surut atau sekitar 6 sampai 8 jam saja bisa dilintasi untuk arus masuk keluar armada kapal roro dan tongkang namun sekarang dengan hasil kerja Ambapers telah terlihat arus keluar masuk kapal lancar 24 jam tidak bergantung pasang surut laut lagi karena Alur dilakukan pengerukan secara rutin dan dipelihara kedalamannya.

Nugroho menjelaskan, PT Ambapers adalah anak perusahaan dari PT Bangun Banua Kalimantan Selatan sebagai BUMD milik Pemprov Kalsel yang melakukan kerja sama dengan PT Pelindo III (Persero) dalam pengelolaan dan pemeliharaan Alur Sungai Barito selama 14 tahun ini.

“Alhamdulillah, diusia yang ke 14 ini Alur Sungai Barito semakin lancar dimana tidak ada lagi antrian kapal yang keluar masuk Pelabuhan Tri Sakti,” jelasnya

“Channel fee PT AMBAPERS untuk PAD banua selama ini terdiri angkutan hutan kayu, batubara, dan batu split dan kami tetap optimis target 2018 bisa tercapai dengan catatan asal kebijakan pemerintah pusat lebih menunjang sehingga usaha di daerah bisa maju, jangan ada lagi kebijakan yang kontroversial yang justru merugikan daerah,” katanya.

Lebih lanjut penghobi sepeda gunung ini mengungkapkan, PT Ambapers juga akan mencari usaha lainnya yang bisa terus mendongkrak pendapatannya selain tiga sektor tadi untuk bisa survive diera globalisasi ini sehingga aktivitas perusahaan tidak vakum. (hif/K-7).

 

Link Sumber Berita : KalimantanPost.com

Team HumasAmbapers