NEWS

Ambapers Optimis 2016 Raih Laba 24 Milyar

04 Januari 2017 12:18:32

Pada hari Rabu (28/12/2016) telah dilangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pengesahan Taksiran Realisasi (Taksasi) anggaran 2016 dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017. Berlangsung dengan penuh keakraban direksi PT Ambapers (Ambang Barito Nusapersada) menyampaikan optimisme raih laba 24 milyar.

“Pada prinsipnya kinerja secara umum meningkat, bersamaan dengan membaiknya pasar batubara melewati alur ambang sungai Barito,” kata Khairil Anwar Direktur Utama PT Ambapers.

“Diperkirakan sampai akhir Desember 2016 jumlah tongkang batubara mencapai 9.763 unit, tongkang tambang lain 31 unit, dan tongkang hasil hutan sebanyak 115 unit. Total produksi yang dihasilkan kita proyeksikan sebanyak 90.281.510 Mton,” imbuh Nugroho Dwi Priyohadi Direktur Eksekutif PT Ambapers.

Dewan Komisaris yang hadir lengkap yakni Toto Heliyanto (Komut), HM Bayu Budjang, M Yani Helmi dan Takwim Masuku merespon positif terhadap optimisme yang disampaikan oleh Direksi.

“Kita lihat pendapatan usaha akan mencapai lebih dari 391 Milyar, dan laba sebelum pajak memang diperhitungkan mencapai lebih dari 24 milyar. Kelihatannya biaya usaha masih sangat besar namun ini disebabkan dalam pelaksanakan pengerukan alur menggunakan mitra strategis, yang terikat kontrak dengan system pembiayaan dengan presentase tertentu,” ungkap Toto Heliyanto.


Dengan asumsi arus produksi tumbuh 2,99% maka trafik untuk RKAP 2017 diperkirakan mencapai 10.205 unit tongkang dengan total produksi dianggarkan 92.955.806 Mton. Selain itu PT Ambapers juga memberikan layanan supply BBM untuk kapal keruk yang dikelola bersama mitra strategis dari PT Sarana Daya Mandiri (PT. SDM).

“Pertumbuhan produksi 2,99% untuk RKAP 2017 merupakan angka moderat dari asumsi RAPBN 2017 sebesar 5,1%, karena meskipun nasional ditetapkan tumbuh lebih dari 5%, namun pasar batubara relative sulit diprediksi sehingga rencana pertumbuhan untuk RKAP 2017 tersebut dibuat secara realistis berdasarkan kondisi pasar,” kata Nugroho.

PT Ambapers memang dikenal sebagai perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan saham BUMD PT Bangun Banua (60%) dan PT Pelindo III (40%) dengan layanan jasa alur yang menjamin kedalaman draft 5 LWS, panjang alur 15 KM dan lebar alur 100 M di pintu muara sungai Barito Banjarmasin.

Rata-rata tongkang yang melewati alur tersebut lebih dari 800 unit setiap bulannya. Channel fee yang dipungut sebagai pendapatan perusahaan sampai saat ini hanya diberlakukan untuk tongkang bermuatan batu bara, hasil tambang lain dan hasil hutan. Dengan demikian kapal dengan muatan sembako, BBM baik subsidi maupun non subsidi, dan penumpang termasuk kapal ro-ro serta kapal petikemas masih menikmati fasilitas alur secara gratis sejak tahun 2009 berlaku efektifnya operasional PT Ambapers.

“Secara teoritis Ambapers memberikan banyak subsidi untuk pengguna alur non komoditas tongkang wajib bayar,” pungkas Khairil Anwar.

Setelah taksiran realisasi ditetapkan laba lebih dari 24 milyar maka ditetapkan RKAP untuk tahun untuk tahun 2017 akan mencapai lebih dari 25 milyar. ***(humas ambapers,29122016)***

Direksi Baru Ambapers Siap Tingkatkan Kinerja Perusahaan

21 Desember 2016 08:41:45


(kika: Nugroho DP, Zacky Hafizie, Eddy Mulyono, Khairil Anwar, Hengki Jajang Herasmana) Foto: Humas Ambapers

Bertempat di kantor PT Ambang Barito Nusapersada pada hari Kamis 8 Desember 2016 pukul 11.00 WITA dilakukan acara pisah sambut pergantian jajaran Direksi dan Komisaris perusahaan. Hengki Jajang Herasmana, SE, M.Akt, selaku komisaris utama digantikan oleh Toto Heliyanto, SH. MH. Adapun jajaran direksi juga diganti yakni H.A. Zacky Hafizie SH, MH, selaku Direktur Utama digantikan oleh H. Khairil Anwar, S.Sos dan Capt. H. D. Eddy Mulyono M.Mar., sebagai Direktur Eksekutif digantikan oleh H. Nugroho Dwi Priyohadi, M.Sc.

PT Ambang Barito Nusapersada adalah perusahaan yang bergerak dibidang pemeliharaan dan pengelolaan alur pelayaran ambang sungai Barito untuk memenuhi syarat-syarat keselamatan pelayaran melalui proses pengerukan sepanjang 15 KM dengan 100 M. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan hasil patungan antara PT Bangun Banua Kalimantan Selatan (BUMD) dan PT Pelindo III (BUMN).

“Saya percaya pergantian ini akan membawa suasana segar, utamanya kita berharap agar direksi baru lebih meningkatkan kinerja di masa mendatang”, kata H.A. Zacky Hafizie dalam sambutannya mewakili Direksi lama.

“Tradisi kerja keras, sinergi, bergerak melangkah maju adalah komitmen kita bersama. Latar belakang pengganti kami yang merupakan kombinasi antara entrepreneur dan port operation management kita harapkan akan memaksimalkan kinerja perusahaan sehingga alur ambang sungai Barito makin dalam, makin aman dan memenuhi standar keselamatan alur pelayaran internasional.” Imbuh Capt. H. D. Eddy Mulyono M.Mar.

Direksi baru menyambut baik harapan tersebut dan mengajak semua pemangku kepentingan untuk bahu membahu bekerja sama meningkatkan ekonomi Kalimantan Selatan.

“Alur pelayaran ambang sungai Barito sepanjang 15Km ini adalah alat vital jalur transportasi dan distribusi aneka kebutuhan pokok, BBM, barang industri, komoditas batu bara, bijih besi, produk kehutanan dan lain-lain yang menunjukkan bahwa ketersediaan kedalaman alur yang memadahi minimal draft -5 meter LWS adalah penting,” kata H. Khairil Anwar yang kenyang pengalaman di perusahaan swasta kemudian diamini oleh Nugroho Dwi Priyohadi, MSc. yang merupakan alumnus Port Management dari Word Maritime University Swedia.

Iwan Wiranto selaku Operation Head dari PT Sarana Daya Mandiri yang merupakan Investor dan kontraktor pengerukan mitra PT Ambang Barito Nusapersada menambahkan, “Kami optimis kerja sama akan semakin baik karena koordinasi dan komunikasi direksi lama dan direksi baru telah berjalan harmonis dan kita punya komitmen untuk tetap memajukan ekonomi Kalimantan Selatan melalui ketersediaan alur yang memadai.”

Dalam acara tersebut hadir antara lain pemegang saham PT Bangun Banua Kalimantan Selatan yang memiliki saham 60% dan PT Pelindo III (Persero) yang memiliki saham 40%. Hadir pula para pejabat di lingkungan pemerintahan dan swasta antara lain, KSOP Banjarmasin, Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin, General Manager Pelindo III Cabang Banjarmasin, APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia), ALFI (Asosiasi Logistik dan Freigt Forwarding Indonesia), PT Sarana Daya Mandiri, INSA (Indonesia Ship owner Association), para mantan Direksi dan Komisaris Ambapers, Instansi TNI dan Polri serta para pemangku kepentingan lainnya.(***)

(humasambapers/ndp)

Silaturahmi Ambapers Banjarmasin Post

20 Desember 2016 16:17:22


BANJARMASIN - Akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan rombongan PT Ambang Barito Nusapersada (PT Ambapers) ke Banjarmasin Post Group, Jumat (9/12/16) sore.

Kunjungan sore itu selain silaturahmi sekaligus memperkenalkan direktur utama (dirut) yang baru PT Ambapers, yakni Khairil Anwar, dan Direktur PT Ambapers Nugroho Dwi Priyohadi.

Sebelumnya Direktur Utama PT Ambapers dijabat oleh H Achmad Zacky Hafizie.

Di hadapan Pimpinan Perusahaan Bpost Group Wahyu Indriyanta dan Pemimpin Redaksi Musyafi, Direktur PT Ambapers Nugroho Dwi Priyohadi, mengutarakan kedatangan ke Bpost untuk bersilaturahmi.

"Kami juga sadar Banjarmasin Post sebagai media terbesar di Kalsel, adalah mitra kami untuk mensosialisasikan apa itu PT Ambapers, apa programnya dan apa yang sedang dikerjakan sekarang," ucap Nugroho. (*)


Foto: banjarmasinpost.co.id/edi nugroho

sumber: BanjarmasinPost.co.id

PT Ambapers Mulai Bangun Sekolah PAUD Mutiara di Desa Aluh-aluh Besar

07 Februari 2016 18:03:37

BANJARMASINPOST.CO.ID - PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) dan PT Sarana Daya Mandiri (SDM), Kamis (4/2/16) siang, mulai melaksanakan pembangunan gedung sekolah PAUD Mutiara, Desa Aluh-aluh Besar.

Pelaksanakan pembangunan diawali pemancangan tiang pertama pembangunan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Ambapers H. Achmad Zacky Hafizie, Direktur Bp Eddy, Komisari Irhamsyah dan Khairul Saleh, BP Iwan Selaku GM PT SDM Banjarmasin, Kapolsek Aluh-aluh Iptu Soroto, Wakil Danramil setempat.

"Kami berterimakasih kepada dua perusahaan, yakni PT Ambapers dan PT SDM atas pembangunan gedung PAUD ini. Gedung ini sudah lama kita nantikan," ucap Pembakal Aluh-aluh Besar, Harun SAP.

Harun mengatakan, dia bersama warga akan selalu mendoakan PT Ambapers dan PT SDM itu terus maju, berkembang dan sukses, serta lebih berkah.

Saat ini, lanjutnya, jumlah murid PAUD setempat sekitar 50 orang, pengajar empat orang dan pengelola satu orang.

Direktur Utama PT Ambapers, H Achmad Zacky Hafizie, menjelaskan pemacangan tiang pertama pembangunan gedung sekolah PAUD Mutiara itu merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dua perusahaan tersebut.

"Dengan dibangunnya PAUD Mutiara ini, nantinya anak-anak di Aluh-aluh dapat sekolah lebih dini," harap Zacky.

Zacky menyatakan anak-anak itu harapan masa depan bagi bangsa dan desa ini. Untuk menyambut HUT ke-12 PT Ambapers, selain membangun PAUD Mutiara pihakya juga memberikan bantuan dan tali asih ke tiga panti asuhan.

"Kita juga akan melakukan kegiatan donor darah dengan target sebanyak 100 kantong darah. Bagaimana pun juga, setetes darah akan bermanfaat bagi nyawa orang lain yang memerlukan," ucapnya.

Menurut Zacky, anggaran pembangunan PAUD ini sekitar Rp 200 juta dan ditargetkan selesai dalam 2,5 bulan.

Zacky juga berterimakasih jika warga Desa Aluh-aluh Besar itu mau membantu pembangunan Gedung Mutiara di desa setempat, agar pembangunan cepat selesai.

Jika pembangunan gedung PAUD tersebut sudah selesai, maka pihaknya akan datang lagi untuk meresmikan. (070216,ait)

ambapers.com, disalin dengan koreksi dari:
Banjarmasin Post, Tribunnews Group

Peresmian Kapal Keruk Barito Equator

04 Agustus 2015 13:28:07

Rabu, 20 Mei 2015, PT. Ambang Barito Nusapersada (AMBAPERS) melaksanakan peresmian Kapal Keruk Barito Equator. Peresmian ini dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Drs. H. Rudy Ariffin, MBA.

Gubernur mengatakan, dengan dioperasikannya kapal keruk ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu intas kapal barang dan penumpang. Sebab tidak maksimalnya pengerukan lumpur, mengakibatkan kapal kandas karena tingginya endapan lumpur. Dengan adanya kapal keruk olahan dalam negeri tersebut dapat mengurangi kapal kandas yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan di alur barito.

Kapal keruk Barito Equator dengan sistem treiling section hopper dredging ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dengan panjang 89 meter dan lebar 29 meter. Kapal jenis penyedot ini bisa mengeruk hingga 2.500 meter kubik per sekali sedot. Penggunaan kapal keruk buatan Indonesia ini juga sudah sesuai dengan undang - undang.

Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalselteng, Drs. H. Djumadri Masrun MM berharap keberadaan kapal keruk ini membuat pemeliharaan berjalan terus sehingga keluhan akan kedalaman alur dapat dihindari. Kapal keruk TSHD Barito Equator ini dioperasikan sejak tanggal 22 mei 2015.